Saturday, November 20, 2010

Dari Hobi Jadi Duit

Kalo kamu pengen punya uang jajan yang lebih, kayaknya udah nggak perlu pusing-pusing lagi deh. Pasti kamu punya hobi kan?? Nah, mendingan jadiin hobi kamu itu jadi duit. Modal nekat aja, harus konsisten dan nggak boleh putus asa.
Awalnya mungkin kita ngerasa kalau hobi yang kita miliki, cuma sekedar buat iseng dan nggak penting. Padahal punya hobi itu penting banget. Selain bisa bikin kita nggak kebanyakan bengong, hobi juga bisa mendatangkan penghasilan.  Tapi masalahnya, seringkali kita suka menganggap remeh dan gampang bosan menekuni hobi kita. Padahal kalau pengen berhasil dan sukses seperti itu, salah satu kuncinya adalah nggap boleh bosen dan nggak boleh nyerah begitu saja.
Salah satu contoh nya adalah Hanum, Beby, dan Era, tiga sobat yang bergabung dalam Tripical ini bikin usaha bareng aksesoris kecil-kecilan. Mereka mengaku, kalau mereka suka pakai aksesoris dan memang hobi bikinnya. Dengan modal awal cuma sepuluh ribu rupiah, mereka bertekad bikin usaha sendiri. Lewat teman-teman jugalah, berbagai produk aksesoris karya mereka seperti dompet sampai gelang, pertama kali dipasarkan. Dan sekarang barang-barang mereka sudah mulai dititpkan di butik seperti Jolie dan Spang di kawasan Kemang.

Wednesday, November 10, 2010

MOTIVASI BERPRESTASI

BAB.I Pendahuluan
Motiv berasal dari bahasa latin yang berarti movere yang berarti bergerak atau bahasa inggrisnya to move. Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri oranisme yang mendorong untk berbuat (driving force). Sedangkan motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong prilaku kearah tujuan (walgito, 2004: 220). Kalau menurut Plotnik (2005:328), motivasi mengacu pada berbagai faktor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melkaukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. (“ Motivation refers to the various physiological and psychological factors that cause us to act in spesifict way at a particular time”)

Yang akan saya bahas adalah teori motivasi berprestasi. Teori ini berkaitan dengan motiv sosial. Teori ini juga berkaitan dengan kebutuhan sosial yaitu kebutuhan yang diperoleh melalui belajar dan pengalaman ”Social needs are that are acquired through learning and experience”. Kebutuhan ini merupakan motif sosial yang dipelajari secara mendetail. Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningkatkan kinerjanya, dan dengan demikian akan terlibat kemampuan berprestasinya. Penelitian ini embuktikan bahwa orang yang mempunyai n-achievment tinggi , akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievement-nya rendah.

BAB II. PEMBAHASAN
Motivasi berprestasi merupakan konsep yang dikembangkan pertama kali oleh Alexander Murray dengan istilah need for achievement (Petri, 1981). Selanjutnya McClelland dan Atkinson melanjutkannya dengan penelitian tentang hal tersebut dalam bentuk konsep teoritik tentang motivasi berprestasi (Buck, 1988).

Motivasi berprestasi menurut McClelland dan Atkinson (Buck, 1988) adalah upaya untuk mencapai sukses dengan berkompetisi dengan suatu ukuran keunggulan. Standar keunggulan yang dimaksud adalah berupa prestasi orang lain atau prestasi sendiri yang pernah diraih sebelumnya.

Heckhausen (1967) memberi pengertian motivasi berprestasi sebagai usaha keras individu untuk meningkatkan atau mempertahankan kecakapan diri setinggi mungkin dalam semua aktivitas dengan menggunakan standar keunggulan sebagai pembanding. Standar keunggulan dapat berupa tingkat kesempurnaan hasil pelaksanaan tugas (berkaitan dengan tugas), perbandingan dengan prestasi sendiri (berkaitan dengan diri sendiri) dan perbandingan dengan orang lain (berkaitan dengan orang lain).

Martaniah (1979) memberi pengertian tentang motivasi berprestasi sebagai motif yang mendorong indivivu untuk berpacu dengan ukuran keunggulan. Ukuran keunggulan ini dapat menggunakan dirinya sendiri, orang lain dan dapat pula kesempurnaan tugas.

Pengertian-pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri individu untuk mencapai suatu nilai kesuksesan. Di mana nilai kesuksesan tersebut mengacu pada perbedaannya dengan suatu keberhasilan atas penyelesaian masalah yang pernah diraih oleh individu maupun berupa keberhasilan individu lain yang dianggap mengandung suatu nilai kehormatan.

Komponen Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi terdiri atas dorongan-dorongan dari dalam individu untuk dapat mencapai tujuan dan bertahan ketika menghadapi rintangan.
Weiner (1972) mengemukakan bahwa motivasi berprestasi terdiri atas empat komponen :
  1. Menyukai aktivitas yang prestatif dan mengaitkan keberhasilan dengan kemampuan dan usaha keras. Individu akan merasa puas dan bangga atas keberhasilannya sehingga akan berusaha keras untuk meiningkatkan segala kemungkinan untk berprestasi. Ketika mengerjakan tugas ia lebih didorong oleh harapan untuk sukses daripada untuk menghindari gagal (Heckhausen, 1967).
  2. Beranggapan bahwa kegagalan disebabkan oleh kurangnya usaha. Individu dengan motivasi berprestasi tinggi akan merasa marah pada diri sendiri dan merasa menyesal apabila prestasi yang dicapai tidak sebaik apa yang diharapkan, karena ia seharusnya dapat mencapai prestasi yang tinggi kalau ia berusaha lebih keras lagi (Madina, 1998).
  3. Ketiga. Selalu menampilkan perasaan suka bekerja keras dibanding individu lain yang mempunyai motivasi berprestasi rendah. Hal ini menjadikan ketangguhan individu dalam menjalankan tugas. Ia akan memelihara kualitas kerja yang tinggi untuk menyelesaikan tugas dengn sukses, untuk dapat mencapai prestasi terbaik yang dapat diraihnya dan mengungguli orang lain (Heckhausen, 1967).
  4. Keempat. Mempunyai satu pertimbangan dalam memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang, yaitu tugas yang tidak terlalu mudah tetapi juga tidak terlalu sukar. Hal ini dikarenakan orientasi motivasi berprestasi adalah adanya kesuksesan sebagai nilai prestasi, sehingga tugas yang terlalu mudah tidak bernilai tantangan dan tugas yang terlalu sulit akan sedikit memberikan kemungkinan untuk berhasil
Teori McClelland
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan
“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :
(1) Sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat;
(2) Menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan
(3) Menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.


BAB III Kesimpulan
Motivasi berprestasi terdiri atas dorongan-dorongan dari dalam individu untuk dapat mencapai tujuan dan bertahan ketika menghadapi rintangan. Di mana nilai kesuksesan tersebut mengacu pada perbedaannya dengan suatu keberhasilan atas penyelesaian masalah yang pernah diraih oleh individu maupun berupa keberhasilan individu lain yang dianggap mengandung suatu nilai kehormatan.




Refrensi :
Basuki, A.M heru.2008. Psikologi Umum. Jakarta:Gunadarma

Saturday, October 30, 2010

Nyawa di Pulau Rambut

 Ini adalah salah satu kepiting di Pulau Rambut Kepulauan Seribu.
Bagus kan ?? Warnanya nyaru sama rumputnya !! LUAR BIASA :)


( 29 Maret 2008) 
 udah lama bangett ya?? Hehe .


Friday, October 29, 2010

Edelweis NEVER Die


Putih, langka, lucu, 
dan NGGAK MAU (BISA) MATI
apa hayooooo???
Ini dia niiii >,<
EDElWEIS
( Mounth Lawu,19 agustus 2008)




Edelweis (Anaphalis javanica) merupakan bunga yang hanya tumbuh pada ketinggian 2000-3000 Mdpl dan merupakan tumbuhan asli dan endemic Indonesia. Bunga ini pulalah yang menjadi kebanggaan para pendaki gunung untuk membawanya bila pendakian berhasil. Dan edelweiss adalah symbol juara atau dijadikan trofi.
Edelweis disebut bunga abadi karena bunga ini kelihatannya tidak akan pernah layu tetapi langsung mengering tanpa berubah bentuk dan penampilannya. Bunga ini jualah bagi para pengagum cinta digunakan sebagai symbol dan keabadian cinta. Bunga abadi ini, untuk gunung-gunung di Indonesia biasanya hanya bisa dinikmati keindahannya pada bulan Maret hingga Agustus Karena untuk mekarnya bunga ini memerlukan cahaya matahari.

Saturday, October 23, 2010

Mengapa kadang - kadang Kita Sulit Tidur ?

Setiap malam diseluruh dunia banyak orang bolak balik ditempat tidur. Mereka menderita insomnia. Insomnia berasal dari bahasa latin insomnis, berarti “tidak tidur”. Untuk beberapa orang, insomnia hanya masalah sesekali. Tetapi, bagi yang lainnya setiap malam seperti pertempuran untuk mendapat cukup istirahat.

          Sering kali penyebab tunggal bagi penderita insomnia adala stress. Mungkin karena ada masalah keluarga, bertengkar dengan teman, kelelahan karena bekerja dan bermain begitu keras, tetapi ironisnya, justru saat itulah mungkin kamu paling sukar tidur. Kamu “terlalu tegang”. Insomnia juga dapat disebabkan oleh depresi – perasaan sedih tanpa harapan yang sepertinya tidak mau pergi. Orang yang depresi seringkali terbangun saat pagi dan tidak dapat tidur lagi. Penyebab lain dari insomnia adalah olahraga berlebihan. Jika kita berolahraga pagi dan sore, mungkin kita dapat tidur nyenyak pada malam hari. Namun olahraga berat membuat tubuh mengeluarkan adrenalin dan stimulan alamiah lainnya. Jadi jika kita berolahraga berat menjelang jam tidur misalnya jogging atau main basket, kita akan merasa begitu segar dan bersemangat sampai kantuk tdak mau datang hingga berjam-jam kemudian.

          Apa yang kita makan atau minum juga dapat membuat kita terus terjaga. Kopi, teh, dan beberapa minuman ringan yang mengandung kafein, salah satu stimulan. Jangan salah, alkohol juga dapat membuat orang tidak bisa tidur. Alkohol dapat membuat orang mengantuk, tetapi ketika tiba ditempat tidur, kita mungkin gelisah dan bangun dengan pusih dan letih. Kadang-kadang insomnia disebabkan oleh hal-hal yang kita lakukan menjelang tidur, seperti menyaksikan tayangan televisi yang seru atau menyantap makanan berat berbumbu.

          Nah, agar kita dapat tidur nyenyak dimalam hari, cobalah menyingkirkan sebagian stress dari hari-harimu. Sisakan waktu untuk bersantai (usahakan untuk tidak terlalu khawatir). jangan minum apapun yang mengandung kafein beberapa jam sebelum tidur. Juga jangan berolahraga berat. Jika ingin ngemil, makanlah sesuatu yang ringan dan tawar (biskuit dan susu ).

          Jika tidak bisa tidur juga dan sudah berbaring terjaga beberapa lama, ahli kelainan tidur menyarankan agar kita turun dari tempat tidur dan melakukan sesuatu yang tenang, misalnya membaca diruangan lain. Kemudian ketika mengantuk, kembalilah ketempat tidur.

          Dan jika kamu menduga bahwa kamu depresi, orangtua, dokter atau ahli terapi dapat membantumu merasa lebih baik. Saat kamu dapat mengusir depresi, kamu akan menemukan istrihatmu juga akan lebih mudah. 


 
 Sumber : Wollard, Kathy. 2004.Einstein aja ingin tahu. Scientific Press: Jakarta.                 
     

Wednesday, October 13, 2010

LIFE is CHOICE


Hidup adalah pilihan !!!
Hidup terlalu indah untuk disia-siakan !!!

Ungkapan seperti diatas mungkin sudah sering banget kita dengar. Bahkan karena terlalu sering, kita jadi nggak memperhatikan lagi makna sebenarnya. Cuma ungkapan klise yang kayaknya nggak banget deh apalagi kalo kita lagi banyak masalah. Iya kan?? Sering rasanya kita merasa putus asa dan pengen berhenti ditengah ‘jalan panjang’ yang sedang kita jalani dan memilih ‘jalan pintas’. Pengen kabur dari rumahlah, mogok makan, sampai bunuh diri !! kelihatannya memang mudah. Tapi, memang itu jalan terbaik??

Guyz, hidup dengan segala permasalahannya memang sudah jadi satu paket yang nggak bisa dipisahkan. Kita harus bisa nerima resiko atas pilihan yang kita ambil. Misalnya kalo kita memilih untuk kuliah, berarti kita harus siap untuk tugas yang setia menunggu, atau dosen yang nyebelin. Semua harus ada pengorbanan dan kalo kita mengerjakannya dengan tulus semua pasti ada hasilnya. Contohnya lagi kalo kita memilih sebuah persahabatan dengan salah satu teman, jangan harap persahabatan kita akan berjalan lancar dan tanpa hambatan. Pasti bakal ada ‘episode’ berantem, entah itu salah paham atau berbeda pendapat yang menguras emosi dan pikiran kita. Mau nggak mau kita harus siap dalam keadaan apapun karena waktu nggak bakal nunggu kita sampai kita siap menghadapi resiko dari pilihan kita tersebut. Roda kehidupan nggak akan berhenti cuma karena kita merasa belum siap. Kapan dan dimana saja kita harus rela keluar dari zona nyaman untuk suatu perubahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar untuk menyelesaikan masalah kita bukan memecahkan apalagi mengabaikan. Apalagi untuk pilihan-pilihan yang punya dampak perubahan yag besar seperti menikah.

Jangan karena kita nggak siap, lantas mengambil jalan pintas yang bakal nambah masalah baru. Misalnya, seseorang mengejek kita karena bentuk tubuh kita yang gendut. Soo... kita mengadakan aksi mogok makan, yang ada malah bikin kita jatuh sakit. Punya pikiran bunuh diri HANYA karena ditolak sama gebetan. Memang si berat banget tapi apakah dengan bunuh diri semua jadi beres? Bukannya lebih baik kita berusaha jadi orang yang pintar dan baik supaya bisa dapetin yang lebih bagus dari pada yang udah nolak kita??
Kita harus bisa berfikir secara rasional dan matang. Kalau kita marah sama keadaan dirumah kita sering berfikir untuk kabur. Yakin kita bisa hidup mandiri tanpa bantuan siapapun? Baik dari segi moral maupun materil. Pikirkan masa depan kita juga, jangan cuma apa yang terjadi ‘disini dan hari ini’. Rasanya masing banyak hal-hal penting yang bisa kita wujudkan dari pada sekedar merengek-rengek atau mengeluh atas nikmat yang luar biasa dari Allah SWT.

Dr.Paul Stoltz, dalam teorinya yang disebut Adversity Quotient, menekankan bahwa sebuah kesuksesan merupakan hasil dari kemampuan kita untuk bangkit kembali setelah mengalami sebuah masalah, menurutnya terbagi dalam tiga kategori. Yang paling rendah adalah disebut Quitters, yaitu mereka yang menolak menghadapi masalah dan memilih untuk berhenti. Yang kedua adalah Campers, yaitu mereka yang menghindari masalah dan memilih untuk ‘bersembunyi’. Nah, yang paling tinggi adalah Climbers, yang secara berani menghadapi masalah dan menanggapinya sebagai tantangan. Orang yang masuk dalam kategori climbers adalah orang-orang yang hidup bahagia dan sering menjadi pemimpin dilingkungannya.
Sooo... kira-kira kita ada dalam kategori yang mana??
Ayo kita mulai ubah pola pikir kita. Yang tadinya ‘masalah adalah musibah’ menjadi ‘masalah adalah tantangan’.

Kualitas masalahmu bergantung pada seberapa besar kualitas dirimu. Maka khawatirlah jika masalahmu hanya itu-itu saja. Mungkin karena kualitasmu hanya segitu. 
LET’S CHOOSE TO LIVE !! ;D

Mengatasi Perilaku Obsesi dan Kompulsi

Obsesi adalah pemikiran, gagasan, gambaran, atau implus yang selalu kembali, dan orang melihatnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal atau memuakkan dan menimbulkan kecemasan. Umumnya, obsesi meliputi hal-hal berikut ini :
·        Ketakutan terhadap kontaminasi
·        Keraguan, biasanya tentang keselematan
·        Ketakutan akan membahayakan orang lain dengan kontaminasi, api, penggunakan kendaraan, dan lainnya
·        Pemikiran, biasanya bersifat religius, yang terlihat sebagai penghinaan terhadap Tuhan
·        Pemikiran tentang kekerasan atau seks

Kompulsi  adalah hal-hal yang dilakukan orang untuk menekan pikiran yang tidak mereka kehendaki. Ini merupakan ritual yang dirancang untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi.
Ritual perilaku adalah jenis dorongan kompulsif yang paling umum.
Misalnya :
·        Berulang-ulang mencuci dan membersihkan
·        Berulang-ulang memerikasa kunci, peralatan listrik, atau jalan
·        Berulang-ulang menghitung atau mengatur barang
·        Melakukan kegiatan sehari-hari secara kaku atau tidak pernah berubah
Tindakan kompulsif bisa memberikan kegiatan terhadap kecemasan yang ditimbulkan oleh obsesi, teapi hanya berlangsung untuk sementara waktu. Bila seseorang percaya bahwa dirinya belum melaksanakan seluruhnya, mereka harus mengulanginya secara berulang-ulang.

          Terapi bagi diri sendiri. Tentunya pada setiap orang yang mempunyai perilaku ini, punya keinginan untuk sembuh. Bisa disembuhkan menggunakan terapi pada diri sendiri. Terapi ini bertujuan untuk meminimalisasi perilaku obsesif-kompulsif alih-alih menghilangkannya sama sekali. dengan kata lain, mengelola atau mengobati. Sasaran utama dari terapi ini adalah meningkatkan toleransi anda terhadap kecemasan yang dihasilkan oleh pemikiran yang tidak anda kehendaki, dngan mengurangi fokus pada pemikiran tersebut sehingga gejalanya bisa berkurang secara bertahap.
Langkah utama dalam terapi ini adalah :
1.     Menaksir masalah anda, telusuri masalah anda, apakah anda selau mempunyai dorongan obsesi dan kompulsi?. Periksalah setiap masalah terkait yang mungkin perlu perhatian, misalanya depresi, jenis lain masalah kecemasan, atau masalah kebiasaan yaitu terlalu banyak makan, dorongan berbelanja, atau menarik-narik rambut, apakah anda memerlukan bantuan seorang pakar atau tidak. Lalu apakah anda mempunyai gangguan emosional sekunder? Yaitu sering meremehkan diri sendiri dll.
2.     Mendidik diri sendiri tentang dorongan obsesif-kompulsif
3.     Merencanakan program terapi diri, pastikan sasaran anda adalah menyederhanakan semua ritual sampai pada suatu titik dimana efek dari gangguan tersebut tidak terlalu berarti dalam kehidupan anda.
4.     Kembangkan keterampilan mengatasi
5.     Merencanakan dan melaksanakan pemajanan dengan respon- pencegahan
6.     Mengubah keyakinan utama yang mempertahankan pemikiran obsesf dan perilaku kompulsif

Beberapa jenis obsesif-kompulsif yang berbeda :
  1. Membersihkan secara berlebihan. Gosokkan mentega pada keran dapur atau benda apapun yang menjadi objek dorongan kompulsf anda. Kemudian, tundalah untuk mencucinya selama beberapa waktu tertentu.
  2. Memerikasa kembali secara berulang-ulang. Sebelum ana tidur, bukalah semua pintu rumah anda, kemudian anda menutup kembali. Tentukan jumlah kunci tertentu untuk diperiksa.
  3. Mengatur berbagai barang dalam susunan tertentu secara berulang-ulang. Letakkan barang-barang tersebut secara tidak beraturan. Mintalah seseorang untuk melakukannya bagi anda. Tambahkan kekacauan secara progresif. Atau, tambahkan waktu bagi anda untuk membiarkan barang-barang tersebut berantakan.
  4. Mengumpulkan berbagai benda karena anda mungkin memerlukannya dikemudian hari. Susunlah benda-benda tersebut sesuai tingkat kecemasan anda terhadapnya. Kemudian, buanglah semuanya, dimulai dari barang yang memiliki intensitas pemicu yang paling kecil

Terapi berakhir bila anda telah menghilangkan semua ritual anda dan mengetahui apa yang harus dilakukan bila obsesi anda kambuh. Gejala obsesif-kompulsif akan kambuh secara periodik, khususnya ketika anda mengalami stress. Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi risiko kekambuhan dan dampak yang dimunculkannya. Misalnya, mempertimbangkan untuk meminta anggota keluarga atau teman untuk memberi penguatan terhadap perilaku nonritual.

NB      : Semoga bermanfaat :)


Sumber : Froggat, wayne. Free from Stress.2003.Buana Ilmu Populer: Jakarta.