Saturday, April 20, 2013

Psikoterapi 6 (Behavioral therapy)

Psikoterapi  6 (Behavioral therapy)

   1. Tokoh
 Tokoh utama dalam terapi ini adalah Pavlov dengan classical conditioning.

   2.    Konsep utama
Teori behavioral menganggap bahwa pada dasarnya manusia bersifat mekanistik dan hidup dalam alam yang deterministik. Perilaku manusia adalah hasil respon terhadap lingkungan dengan kontrol yang terbatas melalui interaksi ini kemudian berkembang pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian.
            Dalam konsep behavioral, perilaku manusia merupakan hasi dari proses belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi kondisi-kondii belajar. Asumsinya bahwa gangguan tingkah laku itu diperoleh melalui hasil belajar yang keliru dan karenanya harus diubah melalui proses belajar, sehingga dapat lebih sesuai.

   3. Tujuan
Tujuan utama konseling behavioral adalah menghilangkan tingkah laku yang salah (maladaptive) dan menggantikannya dengan tingkah laku baru yang lebih sesuai. Secara rinci tujuan tersebut adalah untuk:
a.     Menghapus pola-pola perilaku maladptif klien dan membantu mereka mempelajari tingkah laku yang lebih konstruktif
b.    Mengubah tingkah laku maladptif klien
c.     Menciptakan kondisi-kondisi baru yang memungkinkan terjadinya proses belajar ulang

   4. Fungsi dan peran terapis
Fungsi terapis adalah melaksanakan asesmen dan penilaian secara terus menerus, menetapkan sasaran perubahan perilaku dan bagaimana mengajarkan untuk mencapainya, peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, serta membantu mengembangkan tujuan-tujuan pribadi dan sosialnya. Terdapat 7 area yang perlu diperhatikan oleh terapi berkaitan dengan terapi perilaku:
a.     Analisa problem perilaku yang ditampilkan klien
b.    Analisa situasi dimana problem perilaku itu muncul
c.     Analasia motivasional
d.    Analisa riwayat perkembangan
e.    Analisa kontrol diri
f.      Analisa hubungan sosial
g.     Analisa lingkungan fisik, sosial dan kultural

   5. Proses dan teknik terapi
Dalam proses terapi perilaku ini harus diperhatikan beberapa hal dibawah ini:
a.  Masalah perilaku yang akan diterapi harus diidentifikasi dalam bentuk  perilaku yang teramati dan terukur untuk selanjutnya dijadikan indikator untuk menentukan tolak ukur tercapainya atau tidak tujuan terapi
b.    Prosedur dan teknik terapi yang dipilih harus diarahkan untuk mengubah lingkungan
c.     Metode yang digunakan harus dapat dijelaskan secara logis dan dapay dipahami oleh klien
d.    Sedapat mungkin teknik yang digunakan dapat diterapkan dalam lingkungan sehari-hari
e.    Teknik dan prosedur yang digunakan harus berdasarkan kepada prinsip psikologi belajar secara umum serta prinsip classical conditioning dan operant conditioning.

Terdapat  4 metode dalah behavioral therapy
a.     Operant learning
Yang terpenting dalam metodeini adalah penguatan yang dapat menghasilkan perilaku yang diharapkan, serta pemanfaatan situasi diluar klien yang  dapat memperkuat perilaku klien yang dikehendaki
b.    Unitative learning atau social modelling
Dalam metode ini, konselor perlu merancang perilaku adaptif yang dapat dijadikan model bagi klien, baik dalam bentuk rekaman, pengajaran berprogram, video, film, biografi atau orang. Model yang dipilih hendaknya subjek yang ber­prestice, kompeten, aktraktif dan berpengaruh.
c.     Cognitive learning
Metode ini lebih banyak menekankan pentingnya aspek perubahan kognitif klien. Dalam pelaksanaannya dapat dilakukan melalui pengajaran secara verbal, kontrak antara terapis dengan klien dan bermain peran.
d.    Emotional learning
Metode ini diterapkan untuk individu yang mengalami kecemasan, melalui penciptaan situasi rileks dengan menghadirkan ransang yang menimbulkan kecemasan bersama dengan suatu rangsang yang menimbulkan kesenangan, sehingga secara berangsur kecemasan tersebut berkurang da n akhirnya dapat dihilangkan

Sedangkan teknik yang biasa digunakan dalam keempat metode diatas adalah:
a.     Desensitisasi sistematis
Yaitu cara yang digunakan untuk menghapus tingkah laku yang diperbuat secara negatif dengan menyertakan pemunculan tingkh laku yang berlawanan dengan tingkah laku yang hendak dihapuskan. Salah satu caranya adalah dengan melatih klien untuk santai dengan pengalaman-pengalaman pembangkit kecemasan.
b.    Latihan asertif
Latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan, dengan cara mempertahankan hak dan harga dirinya. Latihan ini sangat tepat bagi individu yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan yang tidak sesuai. Misalnya, bagi mereka yang sulit berkata ‘tidak’, tidak dapat menyatakan kemarahannya atau merasa tidak punya hak untuk menyatakan pikiran dan perasaannya. Dalam teknik ini,  pening bagi terapis untuk melatih keberanian klien untuk berkata atau menyatakan pikiran dan perasaann yang sesunggunya secara tegas. Caranya denagn bermain peran.
c.     Terapi aversi
Teknik ini digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk atau mengukum perilau yang negatif dan memperkuat perilaku yang positif, dengan meningkatkan kepekaan klien agar mengganti respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut,  dibarngi dengan stimulus yang merugikan dirinya. Misalnya, klien yang suka mabuk-mabukkan , maka minumanna dicampur dengan obat tertentu yang menjadikannya pusing atau muntah.
d.    Penghentian pikiran
Teknik ini efektif digunakan untuk klin yang sangat cemas. Caranya, misal klien ditutup matanya sambil membayangkan dan mengatakan sesuatu yang mengganggu dirinya, misal berakat ‘saya jahat’, lalu pada saat itu klien memberi tanda, kemudian terapis berteriak atau berkata keras dan nyaring berkata ‘berhenti’. Jadi pikiran yang tadi digantikan dengan teriakan terapi, berulang-ulang sampai dirinya sendiri yang bisa menghentikan.
e.    Kontrol diri
Teknik ini dilakukan untuk menigkatkan perhatian klien pada tugas-tugas tertentu, melalui prosedur self assesment, mencatat diri sendiri, menentukan tindakan diri sendiri dan menyususn dorongan diri sendiri.
f.      Pekerjaan rumah.
Yaitu dengan memberikan tugas atau pekerjaan rumah kepada klien yang kurang mampu menyesuaikan diri dengan situasi tertentu.

   6.    Kelebihan dan kekurangan
a.     Pendekatan ini menekankan bahwa proses terapi dipandang sebagai proses belajar yang akan menghasilkan perubahan perilaku klien secara nyata
b.    Pendekatan ini menunjukan fleksibilitas yang besar, karena tujuan terapidan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan klien
c.     Pendekatan ini akan membantu untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan
d.    Pendekatan ini kurang bermanfaat untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan kehilangan maka dalam hidup. Dengan kata lain, terapi ini hanya menangani kasus berupa cara bertingkah laku yang tidak sesuai

Oke, itu dia sedikit tentang terapi perilaku atau behavioral therapy semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang terapi psikologi yang lainnya. See u soon J


Sumber:
Sunardi, P & Assjari, M. (2008). Teori Konseling. Bandung: PLB FIP UPI
Mc leod, J. (2008). Pengantar konseling: Teoti dan study kasus. Alih bahasa: A.K. Anwar.
                Jakarta:Kencana Prenanda Media Group
Gunarsa,S.D. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: BPK




No comments:

Post a Comment